Kamis, 10 April 2014

TugasS.H.s48_Topik 3

















Tugas  Topik 3,,,,!!!!!


Assalamu  alaikum Wr.Wb


Nama  :  “ Sitti  Halimah’tu  Sa’dyah “
Assigement  : “ Topik 3 “
From  :  “ Mrs. Timbul  Partdede “


Question,,!!!!!

       Tujuh kriteria dalam memilih media dikenal dengan istilah “ACTIONS” (hal 14 Topik-3).Dapat dipastikan dalam pemilihan media berdasarkan ke-7 kriteria tersebut dimungkinkan ada kendala atau masalah dalam implementasi-nya. Jelaskan solusi atau saran dari kendala masing-masing kriteria bils diterapkan…!!!!!!!





 Answer,,,!!!!!

   Menurut   Saya  Sitti  Halimah’tu  Sa’dyah

   Menurut   saya  ,,,,yang  telah  kita  ketahui  dari  7  kriteria  yang dijadikan pedoman dalam memilih media (ACTIONS),,,,

1. Acces  ( assibilitas )
Maksud dari akses terhadap media adalah adanya ketersediaan dan kemudahan memperoleh atau menggunakan media. Akses terhadap media ini harus dilihat dari dua sisi, yaitu:
·         sisi institusi penyelenggara PJJ dan
·         sisi peserta didik/calon peserta didik.
               Dalam PJJ seberapapun pentingnya bahan ajar yang akan disampaikan, dan betapapun baiknya teknik penyampaiannya, akan menjadi sia-sia apabila peserta didik tidak dapat menerimanya, hanya karena mereka tidak mempunyai akses terhadap media yang membawa bahan ajar tersebut. Akses terhadap penggunaan media oleh institusi PJJ juga menjadi pertimbangan dalam pemilihan media. Pengertia akses disini adalah ketersediaan sarana yang mendukung pengembangan maupun penggunaan media tertentu, baik yang berasal dari dalam dan luar institusi penyelenggara PJJ.




2.  Cost  ( Biaya )
           Dalam menentukan pilihan mengenai media apa yang akan digunakan dalam PJJ, faktor biaya merupakan faktor yang tidak bisa dihindarkan. Banyak orang berpikir bahwa PJJ berarti penyelenggaraan pendidikan dengan biaya murah, hal ini bisa saja benar tetapi bisa juga tidak. Murah tidaknya penyelenggaraan PJJ tergantung pada media apa yang digunakan dan berapa banyak jumlah peserta didiknya.
 

3.  Teaching and Learning (proses dosenan dan pembelajaran)

          Maksud dari proses dosenan dan pembelajaran adalah seajuh mana sebuah media mampu membantu proses belajar mengajar, sehingga bisa diketahui media apa yang akan digunakan dalam proses pembelajaran tersebut. Sehingga tidak ada media yang tersedia menjadi sia-sia, karena tidak dipergunakan atau tidak dapat membantu proses


4.  Interactivity (interaktifitas/komunikasi dua arah)

      Komunikasi dua arah ini biasanya menggunakan media elektronik orang menyebutnya tutorial elektronik. Akan tetapi penyelenggara PJJ harus mempertimbangkan kesulitan-kesulitan yang ada dalam komunikasi dua arah ini. Sejauh mana sebuah media mampu memberikan komunikasi dua arah dengan memahaminya sehingga bisa terjadi proses belajar mengajar.



5.  Organisational Issues (permasalahan organisasi)

            Hal penting yang sangat berpengaruh dalam pemilihan media untuk pembelajaran adalah permasalahan yang ada dalam organisasi, maksudnya bila penyelenggara PJJ akan menggunakan sebuah media dalam pembelajaran harus mendapatkan dukungan dari semua unsur yang ada di organisasi tersebut. Karena sebuah media akan sia-sia jika tidak ada yang bisa mengoperasikannya.

6.  Novelty (kemutakhiran)

       Media yang akan dipakai sebagai media pembelajaran dianjurkan yang benar-benar mutakhir. Di samping itu media pembelajaran juga harus bisa membuat peserta didik menjadi termotivasi untuk belajar. Keadaan ini bisa terjadi jika media yang digunakan menarik untuk dipakai peserta didik.


7.  Speed (kecepatan)

       Faktor terakhir yang sangat berperan dalam pemilihan sebuah media adalah faktor kecepatan, maksudnya secanggih apapun media yang dipakai jika penyampaian informasinya lambat, maka informasi tersebut akan tidak berarti. Jadi dalam memilih media pembelajaran penyelenggara PJJ harus bisa memilih media yang mempunyai kecepatan dalam penyampaian informasi
Dari  semua  yang saya  baca  dari materi bapak,,,,,!!!!!!!!!!!!!!!
Menurut  saya  ,,yang dapat  digunakan  yaitu  kesalahan dalam pemilihan media lebih sering dikarenakan ketidaktahuan kita akan keadaan daerah ataupun peserta didik yang akan mengikuti pembelajaran PJJ. Jika memang pemilihan media berdasarkan ACTIONS tersebut maka solusi yang paling tepat menurut saya adalah melakukan survey lapangan terlebih dahulu sebelum menentukan media yang akan digunakan. Dan untuk survey lapangan, dibutuhkan ketujuh kriteria tersebut. Suatu kriteria tidak akan bisa dijadikan pedoman tanpa mempertimbangkan kriteria lain.
      Dari itu,,kita akan harus melakukan  survey  terlebih dahulu, karena  jika tidaka dilakukan survey  maka peserta didik  akan kebingungan,,,berapa yang harus dikeluarkan. Begitu lah pentingnya survey, agar kita tahu segalanya,,,dan juga pesrta didik tidak akan merasa kebingungan,,dan peserta didik akan merasa nyaman. Dalam  mealkukan PJJ kita tergantung dari media yang digunakan oleh pserta didik yang untuk melaksanakan PJJ. Nah, Jika tidak dilakukan survey  Hal ini akan membebani peserta didik yang di kemudian hari baru diketahui jika dia berasal dari keluarga yang kurang mampu. Selain biaya, kita juga harus melakukan survey terhadap kriteria – kriteria lainnya.
        Jadi  semua criteria tersebut sangat  penting,,,karena jika  salah  satu  criteria  tersebuit  tidak   dilakukan,  akan  terjadi  suatu kegagglan disamping  itu  PJJ  mungkin  akan  tidak  terlaksana. Seandainya   Cost (biaya) tidak dilakukan maka akan terkendala terlaksanannya,,semuan ya itu  butuh biaya untuk melakukannnya seperti ases jika tidak dilakukan,,,PJJ tidak akan bisa berjalan dan tidak akn adanya ketersediaan dan tidak memperoleh atau tidak menggunakan  media yang  sangat diperlukan oleh PJJ.  Sedangkan yang telah kita ketahui juga,,seperti : Teaching and Learning (proses dosenan dan pembelajaran)  itu juga sangat  diperlukan jika tidak ada DOSEN dan PEMBELAJARAN ,,,gamana nasib Peserta didik, mereka akan hanya percuma mengeluarkan biaya banyak , tidak dapat apa-apa dari itu, percuma juga peserta didik melaksanakan PJJ  kalau tidak ada dosen karena dosen juga sangat pennting dari sebelumnya itu.  Interactivity (interaktifitas/komunikasi dua arah)  jadi dalam PJJ juga ini sangat dipentingkan karena jika tidak ada  komunikasi dua arah,,,hanya satu arah dilakukan,,PJJ tidak akan terlaksana,,akan terkendala, PJJ juga  harus  mendapatkan dukungan media,karena  PJJ sangat membutuhkan dukungan dalam media,,,akan semua sia-sia jika tidak  ada yang mengoperasikan ,,,PJJ juga  harus  membuat peserta didik  tertarik dengan  trelaksanannya PJJ ini,,,,dan juga tidak mersakan  kesusahan dalam melaksanakan PJJ,,,dalam PJJ juga tidak harus media yang saangat mahal karena jika mahal tetapi kecepatannya tidak mendukung dalam saat PJJ,,,semuanya itu memrlukan survey,


        “ SARAN Sitti  Halimah’tu  Sa’dyah”  !!!!!!!!

“ Maka dari itu  saya tidak memilih salah satunya,,menurut saya  semuany penting tidak dapat dipisahkan,,,jika itu terjadi akan ad kegagalan yang terjadi dalam PJJ”

“ 7 kriteria  dan PJJ ini seperti IBU dan ANAKNYA,,Tidak dapat dipisahkan”,,,,
SALAM SEMANGAT S.H.s48

>>>>>Salam tim<<<<<




TugasS.H.s48_Topik 2
















Tugas  Topik  2 !!! 

Assalamu alaikum Wr.Wb

Name         :  “ Sitti  Halimah’tu  Sa’dyah ”
Assigment :  “ Topik  2 ”
From          :  “ Mrs. Timbul  Partdede ”

Tugas  Topik 2 !!!!!
v    Dalam  pembelajaran  system  PJJ,  terjadi  perubahan  mendasar  dalam paradigma pendidikan  dimana  pembelajaran  yang  tadinya  berpusat  pada pengajar  menjadi berpusat  pada  peserta  didik  (Brodjonegoro, 1999)  atau dari “ Teacher  Centre    Menjadi  Student  Centre “ !!!!
Jelaskanlah…!!!! 

Jawaban Topik 2!!!!!
v   Perubahan  paradigm   pendidikan  dimana  tadinya  pembelajaran    berpusat pada pengajar  menjadi  berpusat   pada  peserta  didik  (Brodjonegoro, 1999)  atau  dari “teacher  centre  menjadi  student  centre”  terjadi  dalam PJJ. 
    Dalam  pembelajaran  yang  berpusat  pada  pengajar  ( teacher  centre )  menjadi  peserta  didik  ( student  teacher ) . Hal  ini  dapat terjadi   tergantung  dari  fasilitas  pembelajran  yang  didapat, didalam  hal tersebut  akan terjadi  perubahan  pembelajran  yang lebih   baik  akan  menjadi  lebih  baik. Tetapi, Masing-masing  dari  pembelajaran  terdapat sisi negative dan positifnya.  Yang  dapat  diambil  dan dikkuti  dan  tidak  dapat  diambil  dan tidak dapat  dikuti.
Seperti  halnya  dalam  pembelajaran  yang  berpusat  pada pengajar  atau   ( teacher  centre ) . Telah  kita  ketahui  pengajar  yaitu  pasti  akan tahu segalanya dalam  pembelajaran  ,  tergantung  dari  fasilitas  pembelajaran  yang  tersedia.  Jika  pengajar  tidak  tahu  pembelajaran  yang  akan  diberikan  kepada  peserta  didik,  bukan  disebut  pengajar.  Disebut  pengajar  yaiut  seseorang  yang  memngajari  tentang  apa yang  pengajar  pegang  dalam  dunia pendidikannya. Pengajar  juga   memegang  besar  dalam  hal  proses  pembelajaran  atau  dalam  hal  mengajar . kualitas  dan kuantitas  fasilitas  sangat  terbatas   karena  hanya  satu   tujuan  yaitu  dari  pengajar  ke peserta  didik. Dalam  proses  pengajar, pada  suatu  tempat  atau  ruangan   biasanya  pengajar  menyampaikan  suatu   informasi, materi, ilmu, pengetahuan  dan  perintah  yang  diberikan  kepada  peserta  didik. Dengan  begitu,  pengajar  juga  tidak  dapat  lepas tangan  begitu  saja karena  pengajar  juga  harus  mengambil  peranannya  sebagai  fasilitator  semaksimal  mungkin. Dengan  begitu,  pengajar  juga  tidak  boleh  lepas  tangan  begitu  saja, pengajar  juga  harus  mengambil  peranannya fasilitator  yang  semaksimal  mungkin. Dengan  peserta  didik  yang  tidak  mempunyai  inisiatif  hendaknya  pengajar  dapat  mengambil  langkah  yang  tepat  dan  baik berguna untuk  berinteraksi  dengan  peserta  didik,  sehingga  peserta  didik  tidak  merasa  ditinggal  dan  dilepas  begitu  saja oleh  pengajar  tersebut. Dengan  inisiatif, Maka  pengajar  tidak  boleh  hanya  memberikan  materi  dan  tugas  saja  tapi  harus   berinteraksi  antara  peserta  didik  agar  peserta  didik  merasa  tidak  ditinggalkan dan  tersa  asing  dan  bingung dalam  materi tugas yang  diberikan  oleh  pengajar. Karena  berinteraksi  dengan  peserta  didik  itu  adalah  kebutuhan  dasar  setiap  manusia  atau  peserta  didik  yang  diajarkan  oleh  pengajar.

    Sedangkan,  dalam  pembelajaran  yang  berpusat   pada  peserta  didik ( student  centre ) . Yang  kita  ketahui,  peserta  didk  yang  ingin  tahu  dan  mencari  ilmu  dalam  dunia  pendidikan  ataupun  dalam  hal apapun, tetapi  terdapat  sisi  yang  negative  dan  positif .  Dalam  suatu  tempat  peserta  hanya  mendengarkan  dan  memeprhatikan  apa  yang  disampaikan  oleh  pengajar  tersebut. Kualitas  dan  kuantitas  fasilitas  peserta  didik  adalah  suatu  keharusan   dalam  proses  pembelajaran. Dengan  itu,  diharapakn  peserta  didik  dapat  menguasai   pelajaran  atau  ilmu  yang  diberikan  oleh  pengajar  dan   menguasai  berbagai  sumber  pembelajarannya  baik atau  positif. Disni   peran  seorang  pengajar  adalah  memberikan  peserta   didik    pelaharan  yang  baik, positif, bermanfaat, penting, dapat  menjadi  suatu  yang  bisa dibagi  kepada  yang  memerlukan  dan  dapat dihayati. Sedangkan  peserta  didik  hanya  menerima  apa yang disampaikan oleh pengajar, dan bersikap pasif. Hal ini dikarenakan  karena peserta  didik  kekurangan  referensi. Keadaan  ini  yang  mengakibatkan  paradigma pendidikan  berpusat  pada  pengajar. Pemerintah  telah  berusaha  menciptakan  proses  pembelajaran  dengan  melengkapi  sarana  dan  prasarana. Salah  satunya dalam  hal  IT  lebih  spesifiknya  internet. Dengan  adanya  internet ,  peserta didik  dapat  aktif  mengeksplor  pengetahuannya.  Tanpa  terbatas  dengan  waktu, jarak  dan  ruang  dimana  ilmu  itu  di-share.


Kesimpulannya   :
“Dengan  perubahan  ini, Perubahan mendasar dalam paradigma pendidikan mengubah proses  pembelajaran  yang  sebelumnya berpusat  pada  pengajar  menjadi  berpusat  pada  peserta  didik. Hal ini dapat terlaksana  dengan  menekankan  ke  arah  fasilitas  pembelajaran. Jika  dalam  Pembelajaran  PJJ, telah  kita  ketahui  PJJ adala  Pembelajaran  Jarak  Jauh “ Teacher  centre  menjadi  Student  centre “. Sehingga   dalam  posisi  pengajar  tidak  akan  adanya  interaksi  antara  peserta  didik. Dengan  adanya  perubahan  pengajar  juga  tidak  boleh  melepaskan  tanggung  jawabnya  sebagai  pengajar  walaupun  telah  menjadi  “STUDENT  CENTRE” , tanggung  jawab  pengajar  itu  sangat  lah  penting  untuk  peserta  didiknya dan  kurangnnya  tatap  muka .Karena  dalam  dunia  pendidikan  pengajar  juga  sangat  lah  penting,  jika  tidak  ada pengajar maka  peserta  didik  tidak  akan  dapat  pengetahuan  dan  tidak ada  orang TAHU apa  itu  ILMU.  Semua  orang  didunia  ini  akan  BODOK  dan  TIDAK  TAHU  APA-APA.
“PENTINGNYA  PENGAJAR “

Terimah kasih  hanya  itu  yang  dapat  saya  jelaskan,  maaf  jika  ada  kata  yang  kurang  jelas, dan  sempurna,,,,,dan  maaf  jika  ada kata-kata yang  membingungkan
 :) :) :) !!!!!!!


SEMANGAT  S.H.s48!!!!

>>>>Salam  tim<<<<

Rabu, 09 April 2014

TugasS.H.s48_Topik1
















Assalamu alaikum W.r.Wb.

Name : " Sitti Halimah’tu Sa’dyah "
Assigment :  " Topik 1. KDPJJ "
From :  " Mrs. Timbul Partdede "




Tugas !

v        Sebutkan kendala dan permasalahan yang mungkin muncul dalam pelaksanaan PJJ dan berikanlah Solusi (pendapat Anda)"..
(Sangat baik sekali bila permasalahan dan solusi diambil dari realita di sekitar Anda, seperti sekolah/tempat tinggal/daerah atau berdasarkan hasil pengamatan/pengalaman).

Jawab !

      Menurut Saya Sitti Halimah’tu Sa’dyah :

 Permasalahan   dalam  pelaksanaan  PJJ  adalah  terdapat  pada kebutuhan  kualitas  pendidikan   yang  tinggi  pada  Indonesia sekarang  ini  pada  daerah-daerah  atau  tempat  yang terpencil.
 Kendala  yang  terjadi  pada  pelaksanaan  PJJ   dalam  pendidikan adalah  contohnya  di  Indonesia  Kemiskinan  tetap  menjadi  nomor satu  penyebab ketidakmerataan  pendidikan di Indonesia,  mengalami  perkembangan  dalam bidang  pendidikan  jarak  jauh  yang  cukup  pesat,  Beberapa  peserta merasa  terasing  karena  jarak,  laju  pertumbuhan  teknologi informasi  yang  cepat  dan  biaya  PJJ, dan kurangnya guru yang bersedia ditempatkan di tempat – tempat terpencil. Dan mempunyai keinginan besar tapi tidak dapat mengikuti.

SOLUSInya dibawah ini !!!!

 Solusinya  adalah  Inti  dari  setiap  pembelajaran  adalah  kemauan yang keran  begitupun  dengan  PJJ  dibutuhkan  kemauan  yang  keras, aktif   serta dapan menjadikan setiap pelajaran menjadi pembelajaran  yang menyenangkan, dan  jika   peserta  ingin  betul-betul  mengikuti  pelajaran pelaksanaan PJJ, maka  pesreta  tersebut  akan  berusaha  semampu  dia   akan keinginannya  mengetahui dan mengitkuti  pelaksaan pendidikan  PJJ  appun itu kendala  yang  akan terjadi  dan keinginan  yang  sangat  besar  solusinya  dapat  mendaftar langsung  di Universitas  Terbuka  (UT) . Dikarenakan kegiatan belajar di UT masih memungkinkan mereka bekerja seperti biasa. Media PJJ yang digunakan disini juga sangat beragam.


Maaf  Pak, Jika  ada  kata  yang salah dan menurut Bapak  tidak masuk akal ,,,,,,  :) :) :)  !!!!!!!!!!!!!!!!!!

          Thanks,  Mrs. Timbul Partdede,,,,,,,