Selasa, 15 April 2014

Tugas Akhir_S.H.s48 ( Karya Tulis Ilmiah_Group3)



TUGAS AKHIR
PENDIDIKAN JARAK JAUH

KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK DAN PENDIDIK DALAM PENDIDIKAN JARAK JAUH




Disusun Oleh:
Rahmad
Rubiah
Sarintan
Siti Halimatuss’adiyah

Dosen:
Timbul Pardede













JURUSAN DIPLOMA-3
TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
AMIK WAHANA MANDIRI JAKARTA
2014














PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Seiring dengan perkembangan zaman, program pendidikan pun mulai mengikuti arus. Berbagai macam cara pembelajaran mulai bervariasi dengan metode yang beragam. Penggunaan yang dirasa cocok untuk peserta didik dan pendidik pun dirancang sedemikian rupa agar proses pembelajaran dapat berjalan sesuai tujuan awal. 
Perkembangan teknologi yang sangat pesat pun juga termasuk salah satu faktor berkembangnya peserta didik dan pendidik dalam belajar. Bukan hal langka apabila pembelajaran sekarang ini menggunakan fasilitas IT. Perkembangan teknologi tersebut sangat mempengaruhi peserta didik dan pendidik dalam belajar. Hampir semua orang memanfaatkan IT di dalam kehidupannya, baik di sekolah, rumah maupun di lingkungannya. Karena teknologi dianggap mempermudah dan membuat instan banyak hal, yang paling sering kita temukan di dunia pendidikan. Dengan permasalahan diatas maka muncullah saat ini pendidikan jarak jauh (online learning). Nah dalam hal ini kami membahas tentang Karakteristik peserta didik dan pendidik dalam pendidikan jarak jauh.
Dalam pendidikan jarak jauh, peserta didik tidak diharuskan bertemu secara tatap muka seperti pembelajaran formal yang biasa kita temui,  tetapi dengan memanfaatkan perkembangan teknologi mereka dapat melakukan proses pembelajaran.
Proses pembelajaran pada pembelajaran jarak jauh mungkin dianggap rugi pada masa lalu khususnya di Indonesia, tetapi kini pembelajaran seperti ini sangatlah menguntungkan bagi peserta didik yang kurang memiliki waktu ataupun ingin mendapatkan ilmu tetapi terganjal pada suatu halangan. Karena hampir semua orang di berbagai belahan dunia khususnya diindonesia sekarang sudah dapat mengakses segala sesuatu yang ingin mereka dapat dengan bantuan internet.
Awal proses online learning menggunakan semi pembelajaran e-learning, karena pada saat itu internet belum mendunia, sehingga hanya sebagian kecil orang yang dapat menggunakan fasilitas internet. Dalam proses ini, pendidik dan peserta didik tetap menggunakan proses pembelajaran biasa secara tatap muka, tetapi dalam satu dua pertemuan mereka akan menggunakan pembelajaran e-learning tanpa tatap- muka. Kendala yang dihadapi pada proses online learning juga banyak pada awal perkembangannya. Banyak sekali pendapat bahwa online learning kurang baik dan kurang efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pembelajaran online learning dianggap mempersulit pendidik maupun peserta didik yang kurang paham akan penggunaan internet.
Pada model pendidikan jarak jauh atau online learning ini peserta didik memiliki karakteristik yang sedikit berbeda dengan pembelajaran formal di sekolah. Tidak hanya itu, mereka juga memiliki berbagai sisi positif dan negatif yang tidak didapatkan di pendidikan formal. Hal ini akan lebih mendalam dibahas pada bab pembahasan.

A.    Rumusan Masalah
1.     Bagaimana perkembangan online learning didunia pendidikan ?
2.     Bagaimana karakteristik pendidik dan peserta didik dalam online learning/ PJJ ?
3.     Bagaimana perbandingan peserta didik dan pendidik online learning/PJJ dengan pendidikan formal/ tatap muka ?
4.     Bagaimana penerapan etika pendidik dan peserta didik dalam online learning !

B.     Tujuan Masalah
1.      Mengetahui perkembangan online learning di dunia pendidikan.
2.      Mengetahui pendidik dan peserta didik dalam online learning/ PJJ.
3.      Memahami tentang perbandingan peserta didik dan pendidik online learning/PJJ dengan pendidikan formal/ tatap muka.
4.      Mengetahui penerapan etika pendidik dan peserta didik dalam online learning.








PEMBAHASAN
A.      Perkembangan Online Learning di Dunia Pendidikan
E-Learning pertama kali diperkenalkan oleh Universitas Illionis di Urbana-Champaign dengan menggunakan sistem instruksi berbasis komputer (computer-assisted instruction) dan komputer bernama PLATO. Sejak saat itu, e-Learning berkembang sejalan dengan perkembangan dan kemajuan ICT. Berikut ringkasan perkembangan e-Learning dari masa ke masa (Madao, 2008):

1.    Tahun 1990: Era CBT (Computer-Based Training)
di mana mulai bermunculan aplikasi e-Learning yang berjalan dalam PC standlone ataupun berbentuk kemasan CD-ROM. Isi materi dalam bentuk tulisan maupun multimedia (video dan audio).

2.    Tahun 1994:
Seiring dengan diterimanya CBT oleh masyarakat sejak tahun 1994, CBT muncul dalam bentuk paket-paket yang lebih menarik dan diproduksi secara masal.

3.    Tahun 1997: LMS (Learning Management System).
Seiring dengan perkembangan teknologi internet, masyarakat di dunia mulai
terkoneksi dengan internet. Kebutuhan informasi yang dapat diperoleh dengan cepat mulai dirasakan sebagai kebutuhan mutlak dan jarak serta lokasi bukanlah halangan lagi. Dari sinilah muncul LMS. Perkembangan LMS yang makin pesat membuat pemikiran baru untuk mengatasi masalah interoperabilitas antar LMS yang satu dengan lainnya secara standar. Bentuk standar yang muncul misalnya standar yang dikeluarkan oleh AICC (Airline Industry CBT Commettee), IMS, IEEE LOM, ARIADNE, dan lainya.

4.   Tahun 1999: Aplikasi e-Learning berbasis Web.
Perkembangan LMS menuju aplikasi e-Learning berbasis web berkembang pesat, baik untuk pembelajar (learner) maupun administrasi belajar mengajarnya. LMS mulai digabungkan dengan situs-situs informasi, majalah, dan surat kabar. Isinya juga semakin kaya dengan perpaduan multimedia, video streaming, serta tampilan interaktif dalam berbagai pilihan format data yang lebih standar dan berukuran kecil.
Perkembangan pendidikan online learning di Indonesia dapat dilihat dari penerapan proses pembelajaran seperti proses pembelajaran mandiri (melalui tugas-tugas yang diberikan melalui media-media tertentu), penerapan sekolah terbuka yang diperuntukan bagi para pelajar untuk pemerataan pendidikan bagi semua individu. Perkembangan online learning dipengaruhi oleh peserta didik, dari pembelajaran itu sehingga menyebabkan ada 2 bentuk yaitu pembelajaran Online learning atau PJJ, yaitu online learning klasik dan online learning individual.
Profil mahasiswa online dalam setting klasik. contohnya: korespondensi, atau pekerjaan rumah), dimana kebanyakan mahasiswa digambarkan sebagai orang dewasa dengan komitmen terhadap pekerjaan, sosial, dan keluarga. Mereka adalah orang-orang yang sibuk, sehingga membutuhkan alat bantu belajar yang efisien.Profil mahasiswa yang terlibat dalam online learning, Fokus pada mahasiswa atas keberhasilan dan kegagalan dan gaya belajar sebagai prediksi keberhasilan belajar mahasiswa dan dosen pada pembelajaran jarak jauh.

Konsep mahasiswa yang mandiri, dewasa, memiliki motivasi diri, disiplin diri, dan memiliki tujuan, merupakan karakteristik mahasiswa pendidikan jarak jauh klasik, yang kini telah berubah secara sosial dengan mediasi online, seperti forum diskusi, kontribusi kelompok, sharing sumber belajar, penilaian sebaya, dan berbasiskan proyek kelompok. Setiap aktivitas menekankan pembelajaran independent dan menekankan interaksi sosial dan pembelajaran kolaboratif.
Profil mahasiswa online learning setting individual yaitu pembelajaran yang tidak terpaku pada ruang peserta didik mengikuti proses pembelajaran, tetapi tetap terpaku pada waktu. Pada setting individual, peserta didik tidak dibatasi oleh status, usia maupun latar belakang. Mahasiswa online harus siap untuk berbagi pengetahuan, berinteraksi dengan kelompok kecil dan besar dalam latar pembelajaran virtual, dan berkolaborasi pada proyek online atau berbagai resiko dalam sebuah komunitas yang bergantung pada konektivitas dan interaksi. Pembelajaran online akan lebih efektif jika mahasiswa memiliki kemampuan penggunaan teknologi pembelajaran online. Karena teknologi inilah yang merupakan salah satu fktor penting yang mendukung interaksi didalam pembelajaran online learning.
B.     Karakteristik peserta didik dan pendidik dalam online learning/PJJ.
Karakteristik Peserta Didik dalam Pembelajaran E-Learning
Mandiri, pada pembelajaran jarak jauh peserta didik dituntut untuk lebih mandiri dibanding pembelajaran tatap muka, hal ini dikarenakan pada pembelajaran jarak jauh peserta didik hanya bertatap muka dengan pendidik pada saat mereka evaluasi pembelajaran, apabila mereka ingin lebih menguasai materi dan paham dengan materi pembelajaran maka peserta didik harus berusaha untuk mendapatkannya sendiri apabila pendidik tidak memberikannya.
Bebas, maksud bebas disini adalah peserta didik tidak dibatasi usia, status, jenjang, tingkat pendidikan, sosial budaya, sehingga peserta didik menjadi sangat heterogen baik dalam kondisi, karakteristiknya yang meliputi motivasi, kecerdasan, latar belakang pendidikan, kesempatan maupun waktu yang disediakan untuk belajar.


Kemampuan dalam menggunakan teknologi, Online learning merupakan proses pembelajaran yang secara tidak langsung mempunyai makna bahwa pembelajaranya nanti akan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi computer dalam proses pembelajaran. Segala bentuk kegiatan yang biasanya dilakukan di dalam kelas secara bertatap muka, kini dilakukan melalui perantara media yaitu computer. Penyampaian materi melalui internet, diskusi secara synchronous melalui video conference/web camp (atau mungkin sesekali bertatap muka) dan asynchronous melalui berbagai fitur seperti e-mail, mailing-list , komentar, dn sebagainya. Oleh karenanya, seorang pebelajar online learning atau e-learning harus memiliki kemampuan untuk dapat mengoperasikan dan memahami berbagai fasilitas teknologi computer yang ada.
Tanggungjawab Belajar, seorang pebelajar dalam online learning adalah individu yang mampu menyelesaikan segala aktivitas atau kegiatan pembelajaran sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Menomorsatukan hal-hal yang memang harus dilakukan dalam pembelajaran online learning, sesuai dengan keputusan yang telah diambil untuk menempuh pembelajaran online learning. Misalnya : mengerjakan tugas tepat waktu dan mengerjakanya sesuai kemampuan yang dimiliki, mempelajari bahan-bahan yang tersedia, harus memiliki semangat untuk belajar, dan mampu mengontrol diri.
Motivasi tinggi, tanpa motivasi yang tinggi dan jauh dari pengawasan pendidik, seorang pebelajar online learning akan terbawa hanyut dalam berbagai fitur dan fasilitas permainan atau hiburan yang menjamin akan melunturkan motivasi belajarnya. Sehingga mereka dituntut untuk memiliki motivasi yang tinggi, agar mereka dapat belajar tanpa orang lain menyuruhnya.
Interaktif, walaupun proses pembelajaran yang dilakukan melalui asynchronous atau synchronous, pebelajar harus mampu membuat kolaborasi dan saling bertukar pikiran serta berdiskusi Tanya jawab dengan teman dan dosen melalui berbagai fasilitas fitur yang disediakan. Sehingga proses pembelajaran online learning tetap memberi tantangan dan respon yang mampu meningkatkan pengonstruksian pengetahuan.
Kreatif dan inovatif, diperlukan kreatifitas dan inovasi dari para pebelajar dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran online learning. Kemampuan untuk memilah-milah informasi yang akan dipelajari dan menemukan serta mengemas materi pembelajaran sesuai dengan gaya belajar yang diinginkanya, sehingga mudah dipelajari.
Kepribadian, mental seorang pebelajar online learning harus benar-benar teguh dan kokoh. Teguh dalam pendirianya untuk belajar dan mencari ilmu melalui pembelajaran jarak jauh, serta kokoh motivasi dan tujuanya dalam menuntut ilmu guna menjadi manusia yang lebih baik dimasa depan. Sehingga tidak mudah tergoda dan terganggu oleh hal-hal yang mampu merusak mentalitasnya untuk belajar.
Karakteristik Pendidik dalam Online Learning
Menguasai dan uptodate Internet. Maksud dari up to date dan menguasai tentang internet disini adalah pendidik harus dapat memanfaatkan dan mengikuti perkembangan teknologi. Karena pada online learning pendidik dituntut untuk dapat mengoperasikan software dan hardware yang merupakan basic dari pembelajaran online.
Lebih menguasai ilmu pengetahuan pokok dan pendamping
Pendidik harus menguasai pengetahuan pokok tentang apa yang akan disampaikan, agar saat proses pembelajaran berlangsung bila timbul masalah dapat diselesaikan dengan logika yang pendidik kuasai. Pengetahuan pendamping diperlukan karena pada pembelajaran online ini pendidik tidak hanya dituntut untuk menguasai materi yang dikuasainya saja, namun juga harus memiliki pengetahuan lain yang tentunya membantu dalam hal mengajar.
Kreatif dan inovatif. dalam menyampaikan materi
Pendidik harus memiliki jiwa kreatif dan inovatif agar materi yang disampaikan menjadi bermakna dan mendalam bagi peserta didik. Kekreatifan pendidik juga dapat menimbulkan kesan yang baik bagi peserta didik untuk tidak monoton dalam pembelajaran yang diikuti. Inovasi yang dimaksud disini adalah pendidik tidak harus mengajar sesuai ilmu yang dimilikinya saja, tetapi selalu terbuka dengan wawasan yang baru.
Ditinjau dari aspek social, budaya, dan sosiologi. Karakteristik peserta didik dan pendidik online learning antara lain dapat disebutkan :
Ø  Aspek social
Peserta didik, mereka cenderung bersifat individualism dan sibuk dengan teknologinya masing-masing. Pembelajaran melalui teknologi computer sudah menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindarkan. Perkembangan teknologi informasi dan- komunikasi menjadikan alternatif bagi para pembelajar yang memiliki kesibukan lebih, sehingga membutuhkan keefisienan dan fleksibilitas agar dapat mencapai segala sesuatunya secara bersamaan tanpa harus meniadakan pekerjaan atau kegiatan yang sedang berjalan. Tidak hanya mereka yang memiliki kesibukan lebih yang menempuh online learning, pebelajar yang menginginkan atau memfavoritkan sebuah universitas jauh disana, dengan biaya yang mencukupi dapat bergabung untuk mencapai keinginanya menjadi salah satu civitas akademik universitas tersebut.
Pendidik, dalam online learning, memiliki karakteristik yaitu mampu menyeimbangkan antara bagaimana teknologi dan kehidupan nyata dapat saling berdampingan untuk mencapai keseimbangan dalam pencapaian tujuan yang diinginkan. Mereka memanfaatkan teknologi computer guna menyelesaikan pekerjaanya dengan efisien dan tepat waktu. Mereka juga menganggap bahwa teknologi computer sudah menjadi kebutuhan yang penting dalam mengatur hubunganya atau interaksi dengan orang lain.

Ø  Aspek budaya
Peserta didik, pemanfaatan teknologi computer telah dijadikan sebagai salah satu kunci yang dapat menyukseskan sejarah hidup seseorang. Seorang pebelajar online learning memiliki budaya : menyelesaikan tugas tepat waktu dan efisien, belajar dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun, pengetahuan dapat dicari dan ditemukan dengan cepat, dan segala sesuatu diselesaikan dengan kemampuan individu masing-masing.

C.    Penerapan Etika Dalam Online Learning
Dalam kehidupan sehari-hari dibutuhkan adanya seperangkat aturan atau kode etik yang melindungi suatu aktifitas, agar tidak terjadi hal-hal negative yang tidak kita inginkan. Demikian halnya dalam proses pembelajaran online learning atau pembelajaran jarak jauh, dibutuhkan adanya kode etika dan aturan-aturan yang membawahinya. Sehingga proses pembelajaran online learning dapat terlaksana dengan murni dan tidak menyalahi perbuatan-perbuatan diluar kendali seorang individu.
Definisi etika ialah ilmu yang mengkaji dan mengkritisi, serta pemikiran yang sistematis dan metodis terhadap norma-norma yang ada di masyarakat. Etika menyangkut mengenai moralitas yang hendak diangkat dalam sebuah aktifitas, dalam hal ini yaitu pada pembelajaran online learning. Dimana akan terjadi perubahan peran, hak-cipta, dan hak intelektual seorang individu yang mampu menyerap dan memahami kode etik dan aturan-aturan atas proses kegiatan online learning.
e-Learning merupakan metode pembelajaran yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Sehubungan dengan itu, terdapat kode etik dan aturan-aturan hukum yang harus diperhatikan dalam penyelenggaraannya agar dapat dipertanggung jawabkan dengan baik. Secara umum, kaidah etika dalam sistem informasi adalah mencakup sisi privacy, accuracy, property dan accessibility. Pada dasarnya keberadaan etika tersebut adalah patokan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat, khususnya masyarakat informasi.
Peran etika dalam online learning menjadi sebuah petunjuk atau pedoman bagi para pebelajar dan pengajar dalam aktivitasnya menggunakan perangkat teknologi dalam proses pembelajaran. Sehingga dengan mematuhi etika atau aturan-aturan tersebut dengan atau tanpa disadari akan terjadi :

i)                    Perubahan peran peserta didik sebagai individu yang aktif membangun struktur kognitifnya sendiri melalui pengembangan materi yang dilakukan lewat internet, menjadi individu yang mampu membatasi atau mengontrol ruang geraknya dalam pemanfaatan teknologi computer, mempertimbangkan kembali tidakan-tindakan yang akan dilakukan, dan menjadi subjek pengawasan sebuah etika dan aturan-aturan.
ii)                  Hak cipta, adanya pengakuan terhadap sebuah karya cipta seorang individu dalam lingkungan masyarakat melalui berbagai media yang dapat mempublikasikan karyanya, sehingga tidak dapat diganggu gugat dan bersifat permanen.
iii)                Hak intelektual, kekayaan intelektual menjadi hak Setiap manusia yang ada didunia. Konsep dari online learning diantaranya pendidikan sepanjang hayat (life long education), dimana pengetahuan itu menjadi hak yang dimiliki oleh semua manusia di segala usia dan di sepanjang hidupnya.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Sabar Rudiarto (dalam pengembangan bahan ajar, hal.bahwa kode etik adalah kumpulan berbagai prinsip yang dimaksudkan sebagai petunjuk bagi para anggota perusahaan atau organisasi. Isu-isu etika dapat dikategorikan menjadi :
a.       Isu privasi : pengumpulan, penyimpanan, dan penyebaran informasi mengenai berbagai individu. Privasi adalah hak untuk tidak diganggu dan bebas dari gangguan- pribadi yang tidak wajar, privasi informasi merupakan hak untuk menentukan kapan dan sejauh mana informasi mengenai diri sendiri dikomunikasikan kepada pihak lain.
b.      Isu akurasi : autentikasi, kebenaran dan akurasi informasi yang dikumpulkan dan diproses
c.       Isu property : kepemilikan dan nilai informasi (hak cipta intelektual). Hak cipta intelektual ialah property tidak berwujud yang diciptakan individu atau perusahaan, yang dilindungi dibawah undang-undang rahasia dagang, paten, dan hak cipta.
d.      Isu aksesibility : hak untuk mengakses informasi dan pembayaran biaya untuk mengaksesnya.
Etika dan norma-norma atau aturan tersebut dibuat guna mewujudkan proses pembelajaran online yang benar-benar bersih dan murni sesuai dengan kemampuan serta potensi peserta didik dalam mengkonstruk pengetahuan. Dan terhindar dari perbuatan-perbuatan yang tidak dewasa dan tidak bertanggungjawab seperti : mengatasnamakan karya seseorang, mengutip idea atau gagasan tanpa seijin pemiliknya (plagiasi), memperbanyak atau menggandakan file-file seenaknya, mempublikasikan karya atau informasi yang belum tentu kebenaranya, dan perbuatan-perbuatan lainya yang dianggap menyalahi etika atau norma yang ada.

D.      Perbandingan peserta didik dan pendidik online learning/PJJ dengan pendidikan formal/ tatap muka.
1.       Perbedaan dalam model pembelajaran tatap muka dan PJJ dalam sisi:
a.       Pengajar
Pengajar dalam pembelajaran tatap muka mewajibkan untuk hadir menjelaskan kepada siswa di dalam sebuah kelas. Dalam menjelaskan biasanya pengajar menggunakan alat bantu seperti proyektor dan infokus dalam menjelaskan materi atau bahan ajarnya. Pengajar memberikan aturan-aturan dalam absensi terkait kehadiran siswa dalam mengikuti mata kuliah tertentu.
Pengajar dalam pembelajaran PJJ tidak perlu hadir di kelas. Dalam memberikan materi atau bahan ajar dosen menggunakan alat bantu seperti media cetak, multimedia, dan media berbasis internet sebagai alat komunikasi dengan siswa. Pengajar tidak memberikan aturan absensi kepada siswa karena pada dasarnya PJJ adalah pembelajaran mandiri yang tidak mewajibkan untuk belajar di kelas dengan belajar tatap muka.

b.      Peserta didik
Peserta didik dalam pembelajaran tatap muka diwajibkan untuk hadir pada setiap pertemuan dengan dosennya dalam rangka mengikuti proses belajar mengajar. Hal ini membuat peserta didik atau siswa hanya menetapkan satu sumber dalam belajar yakni dosen. Hal ini membuat siswa menjadi relatif tidak mandiri karena menganggap doesen adalah satu-satunya sumber yang diambil dalam menghimpun bahan referensi. Dengan menetapkan bahwa siswa harus menghadiri kelas maka pembelajaran menjadi tidak fleksibel siswa harus bisa menyesuaikan waktunya dengan jadwal kuliahnya.
Peserta didik dalam pembelajaran PJJ tidak diwajibakan untuk bertemu tatap muka dengan dosen, melainkan menggunakan alat bantu komunikasi yang ada sebagai alat untuk bisa berkomunikasi dengan dosen seperti internet, telepon, bahkan surat. Hal ini menjadikan fleksibilitas siswa dalam menentukan kapan harus belajar menjadi lebih tinggi. PJJ juga menstimulasi agar siswa menjadi lebih mandiri dalam belajar, karena mengharuskan siswa agar mencari referensi sebanyak-banyaknya dalam belajar.

c.       Media Pembelajaran
Media pembelajaran dalam tatap muka mengunakan sistem yang tradisional umumnya hanya menggunakan buku teks dan proyektor. Hal ini membuat siswa terkadang menjadi bosan. Saat mahasiswa menjadi bosan maka apa yang dosen ajarkan tidak bisa ditangkap oleh siswa. Perlu ada sistem yang baru agar proses belajar lebih interaktif dan menyenangkan agar siswa tidak bosan.
Media pembelajaran dalam PJJ lebih dinamis daripada pembelajaran tatap muka. PJJ menggunakan segala media yang ada dalam memberikan materi bahan ajar. Penggunaan media yang lazim dalam PJJ adalah menggunakan teknologi informasi dan komunikasi. TIK sangat memudahkan pengajar dsan siswa dalam berkomunikasi dan memberikan materi ajar karena sifatnya yang fleksibel, cepat, dan akurat. Namun tidak menutup kemungkinan PJJ menggunakan media yang lain yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan siswanya.




DAFTAR PUSTAKA


Heinich, 1996. Instructional Media and Technologies For Learning Fifth Edition, America.
Prentice-Hall Inc.
http://202.133.87.187/ e-learning sma n 1 teladan Yogyakarta
Alsasak. 30 Juli 2012. Arti dan Manfaat PJJ (Pendidikan Jarak Jauh) dalam Dunia
         Pendidikan di Indonesia. Retrieved November 2012, from http://itsasak.blogspot.com/2012/07/arti-dan-manfaat-pjj-pendidikan-jarak.html
         2012, from http://asyanas.blogspot.com/2009/01/pengertian-blog-apa-itu- blog.html
Junaidi. 2 Januari 2012. Pengertian Media. Retrieved November 2012, from
http://wawan-junaidi.blogspot.com/2012/01/pengertian-media.html .

Jumat, 11 April 2014

ProjectS.H.s48_Group3 (Batch 4)




Project Presentation Group 3
(BATCH 4)
Sitti Halimah'tu Sa'dyah
Sarintan
Rahmad
Rubiah


SEAMOLEC
Diploma 3 AMIK WAHANA MANDIRI
(D3 AWM)


























Created :
Sitti Halimah'tu Sa'dyah

Kamis, 10 April 2014

Ujian AkhirS.Hs48_KDPJJ





Assalamu alaikum Wr.Wb
 
Full Name  : “ Sitti  Halimah’tu  Sa’dyah “

Dosen  : “ Mrs. Timbul Pardede “

“ Ujian Akhir KDPJJ ”


          >>>>>>>>>>>>>>>>SEMANGAT<<<<<<<<<<<<<<<
        Question….!!!!

1. Hampir sama dengan isitilah mana yang lebih dulu ayam atau telur. Dalam pemanfaatan TIK ada 2 aspek yang berperan penting: tools/media dan sumber daya manusia atau penggunanya.
“ Menurut Anda, mana yang lebih utama ”:
pengadaan media pembelajaran TIK dalam pembelajaran atau
peningkatan skill (Dosen/Guru) dalam memanfaatkan media pembelajaran TIK.

    ( Sebagai acuan: pada awalnya tidak ada yang sempurna atau learning by doing )

2. Peranan media pembelajaran sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan proses pembelajaran model PJJ.
“Apa sajakah kriteria yang dibutuhkan dari sebuah media pembelajaran agar             dapat memenuhi kebutuhan proses belajar mengajar dalam PJJ” ?

3. Dalam model pembelajaran PJJ berbasis TIK seperti MOOC (Massive Open Online Course), seorang dosen dimungkinkan memiliki siswa 150 ribuan (Standfor dan MIT). Namun tingkat kelulusan peserta didiknya hanya sekitar 30 ribuan (kurang dari 50 %).
“ Apa saja faktor yang menurut Anda mempengaruhi rendahnya tingkat kelulusan tersebut dan jelaskanlah” ?


Jawaban Dibawah>>>!!!


Answer…!!!!

Answer  No. 1 :

1. Terlebih dahulu saya jelaskan satu persatu apa itu media dan apa itu dosen
        / guru ( pengajar ),,,,
*Media telah kita ketahui adalah alat komunikasi yang berfungsi untuk menyampaikan pesan kepada SDA nya yang memerlukan dan membutuhkannya,
*Dosen/ guru adaalah seperti halnya disebut dengan pengajar, telah kita ketahui pengajar adalah pasti  akan tahu segalanya dalam  pembelajaran, tergantung  dari  fasilitas  pembelajaran  yang  tersedia.Pengajar juga memgang hal besar dalam hal pembelajran, seperti halnya disuatu tempat atau ruangan pengajar biasanya menyampaikan suatu materi, informasi, membrikan suatu pengetahuan yang belum diketahui oleh peserta didik, dari itu dosen atau guru sangat l;ah penting sebelum melaksanakan PJJ.

KESIMPULANNYA :
“ Menurut saya : Semuanya sangat diutamakan untuk beriringan keberadaan dua statement di atas. Namun menurut pendapat saya, senadainya ini terjadi dalam PJJ, saya akan mementingkan media karena dalam PJJ yang terlebih dipenitngkan adalah media,karena media adalah sarana  utama yang digunakan dalam PJJ. Telah kita ketahui, PJJ adalah Pendidikan Jarak Jauh ,seperti yang saya lakukan sekarang menggunakan media komputer , edmodo dan lain-lain. Jika pada suatu daerah akan dirancangnya PJJ,,, yang akan terlebih dahulu adalah media, Hal tersebut digunakan sebagai modal awal untuk menjalankan sebuah gebrakan baru dalam pembelajaran. Jika media  maka akan kebutuhan akan mendorong  peningkatan  skill dosen atau guru dalam memanfaatkan media pembelajaran.

“ LEBIH UTAMA ADALAH MEDIA SETELAH ITU DEOSEN ATAU      GURU DALAM PJJ “

Answer No. 2 :

2. Criteria yang dibutuhkan dalam proses mengajar dengan PJJ :

> Tujuan Dilaksanakan PJJ
    Saya ambil kritteria ini karena pasti dalam melaksanakan PJJ dalam Mengajar pasti ada tujuan dilaksanakannnya mengajar dalam PJJ ,tujuannya adalah memudahkan untuk peserta didik dalam belajar,peserta didik akan merasa nyaman,tenang akan tanpanya pengawasan dari dosen dan lain-lain. 

> Sasaran didik
     Apabila kita mengabaikan kriteria ini, maka media yang kita pilih atau kita buat tentu tak akan banyak gunanya. Mengapa? Karena pada akhirnya sasaran inilah yang akan mengambil manfaat dari dilaksankan  PJJ kita itu. Oleh karena itu, maka dari itu, PJJ  harus ada tujuannya yang jelas agar sasaran didiknya tidak takut mengikuti PJJ.

> Karakterisktik Media yang diambil PJJ
     Kita tidak akan dapat memilih media dengan baik jika kita tidak mengenal dengan baik karakteristik masing-masing media. Karena kegiatan memilih pada dasarnya adalah kegiatan membandingkan satu sama lain, mana yang lebih baik dan lebih sesuai dibanding yang lain. Oleh karena itu, sebelum menentukan jenis media tertentu, kita memiliki Tujuan dan sasaran didik yang jelas ,akan dapat tersedia media yang diperlukan dan baik buat sasaran didik atau peserta didik.


> Waktu dilaksankannya PJJ dalam mengajar
   Yang dimaksud waktu di sini adalah berapa lama waktu yang diperlukan untuk mengadakan atau melaksanakan PJJ yang akan kita laksankan, serta berapa lama waktu yang tersedia / yang kita memiliki dalam mengikuti ujian PJJ.

> Biaya pada saat dilaksankan PJJ
  Mungkin saat  ini  bagi saya tidak  ada biaya yang dikeluarkan, akan tetapi jika pada daerah yang terpencil akan memnggunakan modem,,,memerlukan biaya untuk bisa mengikuti PJJ.

> Ketersediaan  dalam melaksankan PJJ
  Dalam PJJ kita harus menyediakan Media yang lengkap, dan seperti didaerah terpencil adlah modem untuk mngaktifkan internet dan juga jaringannya.

> Konteks penggunaan
  Konteks penggunaan maksudnya adalah dalam kondisi dan strategi bagaimana PJJ tersebut akan digunakan. Misalnya: apakah untuk belajar individual, kelompok kecil, kelompok besar atau masal ? Dalam hal ini kita perlu merencanakan strategi pembelajaran secara keseluruhan yang akan kita gunakan dalam proses pembelajaran, sehingga tergambar kapan dan bagaimana konteks penggunaaan media  dalam PJJ tersebut dalam pembelajaran.

> Mutu teknis
   Kriteria ini terutama untuk memilih/membeli media melaksankan PJJ  siap pakai yang telah ada, misalnya program audio, video, garafis atau media cetak lain akses dan jaringan internet. Bagaimana mutu teknis media tersebut, apakah visualnya jelas, menarik dan cocok ? Apakah suaranya jelas dan enak didengar ? Jangan sampai hanya karena keinginan kita untuk menggunakan media saja, lantas media yang kurang bermutu kita paksakan penggunaannya. Perlu diinggat bahwa jika program media itu hanya menjajikan sesuatu yang sebenarnya bisa dilakukan oleh guru dengan lebih baik, maka media itu tidak perlu lagi kita gunakan.

         Answer No. 3
 3. Menurut saya adalah :

*Pelayanan dosen mungkin berkurang
    Karena pasti dalam PJJ dosen akan kurang tatap muka, walaupun asistennya dosen ada.

*Asistennya memenuhi
  Yang maksudnya  adalah asisten harus lebih bermutu dan lebih kuat menhadapi  
  mahasiswa yang banyak ,        

*Ketersediaan media dan asisten
   Dosen harus dapat menyediakan asisten yang pintar, dan media yang lengkap,,,,jelas,

*Dosen juga harus lebih berinteraksi Karen interaksi ini lah yang harus ada pada dosen,

*Harus  memberikan  materi yang sesuai dengan dalam Melaksanakan PJJ.

*Dosen harus lebih tegas walaupun kurang bertatap muka

*Dosen harus lebih jelas,jangan dosen yang mementingkan dirinya saja ,,tetapi               mementingkan dirii mahasiswa

*Tidak  mendapatkan dosen yang bersifat jelek,

*Dosen harus lebih lengkap memberikan terik pada asistennya yang bermutu.






Sitti  Halimah'tu Sa'dyah